Teks Drama "Rindu Yang Hilang"



Butuh Pemeran:

Rindu                                     
Gerhana                                 
Ayah Rindu&Gerhana(Aldi)    
Ibu Rindu & Gerhana (Rani)  
Pembantu (Djoko)                 
Pengasuh (Sekar)                   
Narator                                   


            Di suatu hari hiduplah sebuah keluarga yang kaya raya, yang mempunyai dua orang anak bernama “Rindu & Gerhana”. Sejak itu Rindu berusia 5 tahun sedangkan Gerhana berumur 8 tahun. Pada waktu itu Ayah & Ibunya akan pergi keluar negeri untuk menyelesaikan tugasnya. Kemudian kedua anaknya dititipkan kepada pembantunya bernama Djoko.

Ayah    :”Djoko, saya dan ibu ingin pergi keluar negeri, tolong jaga ke-dua anak saya.”
Djoko  :”Baik Tuan.”
Ibu       :”Djoko, jangan lupa kasih susu setiap hari, ya. Makan sehari tiga kali dan        multivitamin juga  jangan sampai lupa.”
Djoko  :”Jangan khawatir Nyonya, pasti saya akan berikan”
Ibu       :”Kita tinggal dulu ya, Djoko jaga rumah baik-baik  jangan lupa kunci pagar, kunci pintu, tutup gorden, hati-hati ada maling”.
Djoko  :”Ya Nyonya” (Dengan nada ngeyel)


Lalu pergilah mereka menuju bandara Sukarno Hatta. Sementara itu, Djoko merawat Gerhana, sedangkan Rindu sedang tertidur pulas, tidak lama kemudian Rindu terbangun dan menagis karena menacari Ibunya.

Rindu  :”Ibu …..Ibu”
Djoko  :”Ibu kamu lagi pergi… Sudah diam jangan nangis lagi. Nanti Ibu kamu juga      pulang   kok”
Rindu  :”Ibu …..Ibu”

Karena tangisan Rindu yang tidak berhenti sehingga Djoko menjadi jengkel, dan akhirnya Djoko  membuang Rindu disuatu tempat yang jauh dari rumahnya, dan di saat itu Gerhana melihat kejadian tersebut, dan merekamnya di handphone-nya

Djoko  :”Dasar anak cengeng, lebih baik kamu ditempat ini dari pada dirumah cuma buat tidak nyaman!”

            Lalu Djoko pulang kerumah,dan kembali menjaga Gerhana .
Singkat cerita, satu bulan kemudian orang tua Rindu & Gerhana pulang kerumah. Disaat itu, mereka terkejut melihat anaknya Rindu tidak ada dirumah, lalu Ibu bertanya kepada Djoko.

Ibu       :”Djoko, Rindu mana?”
Ayah    :”Ada apa Si Bu berisik banget dari tadi?”
Ibu       :”Ini loh, Yah masa Rindu gak ada!”
Ayah    :”Emang kemana ko ?”
Djoko  :”Rindu bukannya tadi ada dikasur ya Bu?”
Ibu       :”Kamu lihat aja sendiri, ada gak anaknya?”
Djoko  :”Oh iya  Bu , gak ada”.
Ibu       :”Emang dari tadi kamu kemana aja sampai Rindu gak ada?”
Djoko  :”Cuma didapur kok Bu!”
Ibu       :”Terus Sekarang Anaknya Mana?”
Djoko  :”Gak tau Bu”

            Lalu Djoko menghampiri Gerhana yang berada dikamar dan mengancamnya.

Djoko  :”Awas kamu ya... kalo bilang ke Ibu dan Ayahmu, akan ku bunuh kamu!”
Gerhana:”Iya” (Sambil ketakutan)

10 Tahun Kemudian………
           
Gerhana telah beranjak dewasa. Dan Gerhana akan memberitahu kepada Ayah dan Ibunya bahwa yang membuang Rindu adalah Djoko.

Disaat sarapan pagi...

Ayah    :”Gimana ya keadaan Rindu Sekarang?”
Ibu       :”Sudah lah Yah, gak usah mikirin Rindu lagi, sekarang kita pikirkan Perusahaan kita yang sedang Naik Daun.”
Ayah    :”Tapi Bu, Rindu anak kita. Masa gak punya rasa kangen sedikitpun sama Rindu “
Gerhana:”Sebenernya yang membuang Rindu adalah Djoko, tapi Ayah dan Ibu jangan ngasih tau ke Djoko ya.. soalnya aku diancam akan di bunuh sama Djoko ”

Lalu Mereka berdua terdiam mendengar pernyataan Gerhana tersebut. Keesokan harinya Djoko dipanggil oleh Pak Aldi untuk menjawab pertanyaannya.

Ayah  :"Djoko, Djoko...."
Djoko  :”Ada apa Pak, ada yang bisa saya bantu?”
Ayah    :”Apakah kamu yang membuang Rindu?”
Djoko  :”E.e.enggak Pak!”(Dengan gugup)
Ayah    :”Bohong kau...!”
Ibu       :”Ada apa si Yah?”
Ayah    :”Ini lo Bu Djoko gak mau ngaku kalau dia membuang Rindu. Padahal udah jelas-jelas ada buktinya, ni buktinya!”(Sambil memperlihatkan rekamannya)
Djoko :”Ya deh Pak, Bu saya ngaku. Saya yang membuang Rindu”

Sebelumnya Pak Aldi telah memanggil Polisi, lalu Djoko pun tertangkap dan
dimasukan ke penjara. Lalu Pak Aldi menanyakan dimana tempat Rindu di buang.

Ayah    :”Dimana kamu buang Rindu?”
Djoko  :”Di perkampungan dekat lampu merah Pak"

Keesokan harinya Ayah dan Ibunya pergi ketempat yang diberitahu Djoko.Dan di tengah perjalananya Ibunya ingat bahwa Rindu mempunyai tanda lahir berbentuk petir di tangan sebelah kirinya.

Ketika belum sampai tempat tujuan Pak Aldi melihat Seseorang gadis yang sedang mengamen yang mirip dengan Rindu dan mempunyai tanda lahir persis seperti Rindu. Lalu Pak Aldi dan istrinya menghampiri gadis tersebut.

Ayah    :”Nak, siapa nama mu?”(Dengan halus)
Rindu  :”Nama saya Rindu, memangnya ada apa pak?”(Dengan wajah heran)
Ibu       :”Yah, ini Rindu!”
Ayah    :”Nanti dulu Bu, belum pasti kalau ini Rindu”(Sambil menatap suaminya)
              “Kamu tinggal dimana? Boleh antarkan kita kesana?” (Bertanya kepada Rindu)
Rindu  :”Boleh kok Pak, Saya tinggal dekat dari sini.”
           
Merekapun pergi menuju ke sebuah Panti asuhan dan ketika mereka sampai,

Rindu  :”Ni tempatnya Pak”
Ayah    :”Oh.. ini tempatnya, boleh kah saya bertemu dengan pengasuh panti ini?”
Rindu  :”Boleh Pak, mari Pak lewat sini!”(Sambil menuju ruangan pengasuh)

            Ketika sampai diruang pengasuh, Pak Aldi dan istrinya berbincang-bincang dengan pengasuhnya.

Ayah    :”Maaf Bu bolehkah kita bicara sebentar?”
Pengasuh:”Iya, ada kepentingan apa bapak dan ibu kesini?”
Ayah    :”Kami ingin menanyakan di mana Rindu di temukan?:
Pengasuh:”Emangnya kenapa?”
Ibu       :”Soalnya 10 tahun lalu kami pernah kehilangan anak perempuan yang mirip  dengan Rindu.”
Pengasuh:”Ooo...  saya menemukan Rindu di tempat yang lumayan jauh dari sini, dan 
   apakah Bapak dan Ibu mempunyai bukti kalau Rindu itu anak Bapak dan Ibu?”
Ibu       :”Ya, anak saya itu mempunyai tanda lahir berbentuk Petir di tangan sebelah kirinya” (Sambil memperlihatkan foto Rindu pada waktu kecil)
Pengasuh:”Kenapa anak Ibu bisa hilang?”
Ibu       :”Waktu itu kami sedang pergi keluar negeri untuk menyelesaikan tugas. Dan pada waktu itu juga kami titipkan anak kami kepada pembantu kami, sayangnya dia mengkhianati  kami. Lalu dia membuang Rindu ketempat yang jauh dari rumah.”
Pengasuh:”Coba sini nak Ibu Sekar lihat, apa benar yang di katakan oleh ibu ini!”(Sambil     membuka lengan bajunya Rindu)
           
            Dan ternyata benar bahwa anak itu adalah anak dari Pak Aldi dan Ibu Rani

Pengasuh:”Oo... Benar bu ini anak Ibu dan Bapak,
                Rindu ini adalah kedua Orang tua mu.
Ibu&Ayah:”Rindu.......... Ibu & Ayah  kangen sekali sama kamu
Rindu  :”Rindu juga kangen sekali sama ibu dan Ayah” (sambil memeluk Ibu Rani)

            Setelah itu mereka pulang kerumah dan berkumpul kembali selama 10 tahun tidak
Berkumpul. Ketika di rumahnya mereka pun makan bersama untuk merayakan kepulangan
Rindu.

Ayah    :” Akhirnya kita bisa makan bareng kembali”
Gerhana:”Iya Yah... semoga keluarga kita tidak akan berpisah lagi”
Rindu,Ayah & Ibu:”Amiiiiiiinnnnn......”


Akhirnya keluarga Pak Aldi bahagia untuk selama-lamanya dan tidak ada yang bisa memisahkan keluarga mereka. 









Unknown

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram